Wukuf

Wukuf merupakan rukun haji yang wajib dilaksanakan

Padang Arafah

Foto Padang Arafah pada zaman dahulu

Orang Batak Naik Haji Sejak Dahulu Kala

Orang Batak naik haji sudah dilakukan sejak dahulu kala. Bahkan tidak punah walau Belanda datang menjajah

Nostalgia Haji dengan Foto Jadul

Menikmati panorama haji dengan foto-foto lama, sungguh nikmat.

Haji di Zaman Belanda

Orang Indonesia tetap menunaikan ibadah haji sejak dahulu kala... walau sampai Belanda menjajah

Senin, 22 Agustus 2016

Subhanallah, Kisah Seorang Nenek Bisa Berangkat Haji dengan Jualan Daun Pisang

PHA3M -- Matahari senja menggelincir menuju peraduannya. Usai melaksanakan salat Ashar, Nenek Ponirep (90) sudah menyiapkan pisau yang akan digunakannya mencari daun pisang.

Sebab, esok paginya, ia akan menjual daun pisang ke pasar. Setelah persiapan selesai, ia beranjak ke samping rumahnya yang terdapat puluhan tanaman pisang.

Lalu ia menyelipkan sabit pada ujung galah bambu yang akan digunakannya memotong dahan daun pisang yang tinggi. Tangan tuanya sangat cekatan memotong dahan daun pisang.

Tak terlalu lama, beberapa daun pisang terkumpul. Dengan pisau, ia memisahkan daun dengan pelepahnya.

Kemudian daun pisang dibawanya ke dalam rumah untuk dikebat dan nantinya dibawa ke Pasar Sidomulyo. Aktivitas mencari daun pisang ini jadi kegiatan rutin Ponirep yang tinggal di Dusun Purwodadi, Desa Sidomulyo, Sidomulyo, Lampung Selatan. (lanjut)

Selamat atas Kelahiran Putri dari Julkarnaen Marbun/Istri, Semoga Cepat Berangkat Haji&Umrah

PHA3M --  Persaudaraan Haji Alumni Al Kautsar Al Akbar ikut mengucapkan selamat atas kelahiran putri Saudara Julkarnaen Marbun/Istri.

Dia merupakan alumni Pesantren Al Kautsar Al Akbar dan Pesantren Musthofawiyah Purba Baru.

Semoga kelahiran putrinya membawa kebahagian dan kelak menjadi putri shalehah yang berbakti kepada kedua orang tua. Amin..


بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ لَكَ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ. وَيَرُدُّ عَلَيْهِ الْمُهَنَّأُ فَيَقُوْلُ: بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ، وَجَزَاكَ اللهُ خَيْرًا، وَرَزَقَكَ اللهُ مِثْلَهُ، وَأَجْزَلَ ثَوَابَكَ

‘Baarokallohu laka fil mauhuubi laka wa sayakartal Waahib wa balagho asyuddahu wa ruziqta birrohu’.” 

“Semoga Allah memberkahimu dalam anak yang diberikan kepadamu. Kamu pun bersyukur kepada Sang Pemberi, dan dia dapat mencapai dewasa, serta kamu dikaruniai kebaikannya.”  (*)


Kaos Persaudaraan Haji

PHA3M -- Tertarik dengan desain kaos ini? Silahkan komen di bawah (*)

Tanpa Ubah Paspor, Situs Ini Sediakan Info Haji dari Thailand dan Filipina

PHA3M --  Situs backpackerumrah meneyediakan info menjalankan ibadah haji melalui Thailand atau Filipina.

Tidak diketahui apakah ini legal atau tidak. Coba lihat di sini   (*)

Kisah Penipuan Calhaj Indonesia Berpaspor Filipina

PHA3M --  Jusuf Kalla mengakui pembatasan bagi kuota haji Indonesia adalah penyebab utama kemunculan kasus-kasus seperti ini.

Di sejumlah daerah, ada warga Indonesia harus menunggu hingga 20 tahun untuk mendapatkan kesempatan naik haji.

"Pasti ada yang tidak sabar menunggu, (lalu) mencari jalan untuk naik haji. Caranya itu, ya, ke Filipina, yang kuotanya tidak dipakai. Tapi otomatis harus pakai paspor Filipina. Ini salah," papar Kalla.

Pada 2016, kuota haji Indonesia dibatasi oleh pemerintah Arab Saudi maksimal 168,000 orang, turun dibandingkan pada 2011 lalu yaitu sebesar 221,000.

Pemerintah Arab Saudi menurunkan kuota haji pada 2016 diduga terkait perluasan komplek Masjidil Haram di kota suci Mekkah.

Sampai pukul 20.00 WIB, Minggu (19/08), BBC Indonesia sudah berupaya menghubungi Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Abdul Djamil, melalui telepon genggamnya, namun belum mendapat tanggapan.  (bbc)

Rabu, 17 Agustus 2016

Selamat Menunaikan Ibadah #Haji Buat Calon Haji dari #Pakkat, #Humbahas

PHA3M -- Gambar diambil dari Facebook, dalam prosesi manasik haji 2016, calon haji dari Pakkat, Humbahas.

Persaudaraan Haji Alumni Al Kautsar Al Akbar, Medan, Mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji 2016 bagi warga Pakkat, Humbang Hasundutan.(*)






Selasa, 16 Agustus 2016

Triliunan Rupiah Berputar di #Mekkah dan #Madinah Selama #Haji

PHA3M -- Kota Mekkah dan Madinah masih dianggap sebagai kota dengan jumlah kunjungan orang asing tertinggi di dunia setiap tahunnya. Betapa tidak, dua kota yang dikenal sebagai Tanah Suci itu, setiap tahunnya dikunjungi ribuan, bahkan jutaan umat Muslim dari penjuru dunia untuk menunaikan ibadah haji dan umrah, serta ziarah ke makam Rosulullah Muhammad SAW.

Menurut catatan Kementerian Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi tahun 2012, jumlah jemaah haji yang datang ke Mekkah dan Madinah sekitar 2,9 juta orang. Pada bulan suci Ramadan 1433 Hijriah, jumlah jemaah umrah mencapai 4,8 juta. Jumlah itu belum termasuk jemaah umrah di bulan-bulan lainnya.

Otoritas setempat mencatat jumlah total jemaah haji dan umrah pada tahun 2012 lebih dari 10 juta orang.

Pertumbuhan jumlah kunjungan ke Kota Mekkah dan Madinah terus meningkat setiap tahunnya. Angka pada 2012 meningkat tajam dari tahun-tahun sebelumnya. Pada 2004 daan 2005, rata-rata jumlah kunjungan jemaah umrah mencapai 5 juta orang, dan haji 2,1 juta jemaah.

Sedangkan pada 2010, angka kedatangan jemaah haji dan umrah di dua kota suci itu tercatat resmi sekitar 8,7 juta jemaah.

Fakta ini jelas memberikan manfaat ekonomis tidak hanya bagi pemerintah Arab Saudi, tapi juga warga sekitar. Para ekonom memperkirakan, pemerintah Arab Saudi meraup ratusan triliun rupiah setiap tahunnya, dari pelayanan haji dan umrah.

Pemerintah Arab Saudi sendiri tak menampik keuntungan ekonomis yang diperoleh dari pengelolaan haji dan umrah. Selain besarnya devisa yang masuk, perputaran uang yang tinggi juga semakin meningkatkan taraf hidup warga sekitar.

Kepala Komisi Transportasi, Kamar Dagang dan Industri Arab Saudi, Dr Ali Hasan Al Nagur menyebutkan angka sekitar 30 miliar Riyal, atau setara Rp76,5 triliun yang diperoleh Pemerintah Arab Saudi pada kurun waktu 2004-2005.

Keuntungan itu terus meningkat dua kali lipat pada musim haji tahun 2011. Arab Saudi berhasil memperoleh keuntungan mencapai 62 miliar Riyal, atau Rp165 triliun.

"Pelayanan bagi jemaah haji dan umrah dalam jumlah besar tentu saja membuka lapangan pekerjaan yang besar pula bagi warga Saudi," ujar Ali Hasan dilansir Arabnews.

Banyaknya investasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan layanan haji dan umrah, sudah tentu bisa menggenjot ekonomi dengan menyerap lebih banyak tenaga kerja. Salah satu yang kini sudah berjalan adalah layanan penyediaan air Zamzam bagi jemaah. Sektor ini menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Belum lagi sektor jasa lainnya, seperti penginapan, katering yang menghasilkan keuntungan 3 miliar Riyal, atau sekitar Rp7,5 triliun. Sementara di sektor transportasi mampu meraup laba hingga 5 miliar Riyal, atau sekitar Rp12,5 triliun. Demikian pula bisnis suvenir, parfum, sajadah, karpet hingga perhiasan yang tak kalah menggiurkan.

Dengan fakta tersebut, tidak berlebihan jika Mekkah dan Madinah dinobatkan sebagai kota dengan tingkat kunjungan orang asing tertinggi setiap tahunnya. Apalagi, jumlah jemaah haji dan umrah akan terus bertambah setiap tahunnya. Tentu saja, tingginya jumlah kunjugan orang asing itu memberi berkah tersendiri bagi warga Mekkah dan Madinah.  (*)